Kapan Belanda Pertama Kali Datang Ke Tanah Banjar

Daftar Isi [Tutup]

    Informasi pertama kali Belanda masuk ke tanah (banua) Banjar ini penting untuk digali sebagai pengetahuan sejarah terhadap Banjar, Kalimantan Selatan. Bukan hanya mengenai rentang waktu kapan datangnya Belanda ke Banjar, tapi motif yang mendasari kedatangan mereka.

    Belanda ke Tanah Banjar
    Foto: Ilustrasi

    banaranmedia.com - Dari berbagai literatur, salah satunya adalah buku Perang Banjar Barito, Ahmad Barjie B, terbitan Pustaka Agung Kesultan Banjar, 2015, menyebutkan kedatangan Belanda di Banjar bisa dirunut dari datangnya Belanda ke Nusantara. Dari sini akan tergambarkan dengan jelas apa yang terjadi pada masa itu hingga Belanda ada di Indonesia hingga akhirnya bercokol di Tanah Banjar.

    Pemerintahan Turki Usmani Sebagai Kekuatan Tunggal

    Persis pada tahun 1453 Kekhalifahan Turki Usmani yang dipimpin Sultan Muhammad al-Fatih yang saat itu berhasil menaklukan Konstantinopel (ibukota Kekaisaran Romawi Timur) yang sekarang dijadikan ibukota Turki Usmani dan berganti nama menjadi Istambul.

    Berkuasanya Turki Usmani memberikan dampak besar terhadap perdagangan dunia. Bangsa-bangsa barat atau negara eropa kesulitan berhubungan dagang dengan bangsa-bangsa timur seperti India, Tiongkok dan wilayah Nusantara.

    Pemerintahan Turki Usmani mewajibkan bangsa barat membayar pajak tinggi dan melalui pemeriksaan ketat ketika hendak memasuki negeri-negeri islam di bawah kendali Turki Usmani.

    Dari sini bisa tergambarkan, atas konsekuensi tersebut bangsa-bangsa barat mencari cara agar tetap bisa mendapatkan komoditi rempah-rempah yang banyak terdapat di negeri-negeri timur. Perlu dipahami, rempah-rempah ini sangat diperlukan di Benua Eropa, memiliki nilai besar dan sama mahalnya dengan harga emas.

    Kemarahan bangsa barat atas hegemoni Turki Usmani membuat para pemimpin barat berlomba-lomba menempuh jalan lain dengan mengirim ekspedisi laut untuk menemukan sumber rempah-rempah.

    Ekspedisi bangsa barat menemukan sumber rempah-rempah di negeri timur bukan hal mudah. Para pelaut bangsa barat harus mengarungi lautan luas tanpa tujuan pasti dan tercatat beberapa di antaranya berhasil menemukan apa yang mereka cari.

    Seperti Inggris menemukan Tanjung Harapan di ujung Selatan Benua Afrika, Columbus menemukan benua Amerika, F. Magellan menemukan Filipina, dan seterusnya.

    Penemuan-penemuan di atas awalnya berjalan baik melalui jalur perdagangan langsung. Lambat laun, mereka menjadikannya sebagai tanah jajahan. Di antara mereka adalah, bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda.

    Belanda Mengincar Banjar

    Datangnya Belanda ke Banjar berkaitan erat dengan datangnya Belanda ke tanah Jawa. Namun, sesuai judul tulisan ini, fokus bahasan hanya mengambil garis besar proses terjadinya ekspedisi Belanda ke Tanah Banjar.

    Perlu diketahui, jauh sebelum Belanda datang ke Banjar, para pedagang Cina terlebih dahulu sudah melakukan perdagangan di Nusantara, termasuk di tanah Banjar. Mereka tidak hanya membeli rempah-rempah namun juga menjual berbagai barang seperti kain, porselin, peralatan dapur, perhiasan dan lain sebagainya. Sebenarnya, pada masa ini pun, pedagang Banjar juga tercatat telah melakukan pelayaran sendiri untuk menjual rempah-rempah ke Cochin Cina.

    Kembali ke persoalan Belanda, jika sebelumnya Belanda masih berkutat di tanah Jawa, ada peristiwa yang patut menjadi catatan penting bagaimana Belanda mengetahui tanah Banjar.

    Sikap dan tabiat buruk Belanda ketika di Jawa, seperti di Banten, Madura dan wilayah di Indonesia lainnya pada saat itu, membuat Belanda kesulitan mendapatkan rempah-rempah. Para pedagang setempat tidak mau lagi menjual kepada Belanda.

    Perampokan Kapal Jung

    Pada tahun 1596, Belanda merampok 2 Kapal Jung yang dibawa pedagang Banjarmasin yang berlabuh di Pelabuhan Banten. Kapal Jung tersebut berisi lada yang saat itu merupakan komoditas primadona di tanah Banjar.

    Pembaca pengetahuan sejarah di banaranmedia.com, di sini dapat kita garis bawahi, informasi tentang tanah Banjar didapatkan Belanda dari pertemuan dengan pedagang Banjar yang mereka rampok. Dari sini pula ketika 10 tahun kemudian, tepatnya 17 Juli 1607 Belanda memutuskan mengirim ekspedisi ke Banjarmasin.

    Namun tidak semudah itu Belanda bisa menjejakkan kaki di Tanah Banjar. Peristiwa perampokan 2 kapal jung berisi lada tak bisa dilupakan. Akhirnya, ekspedisi Belanda yang dipimpin Koopman Gills Michielzoon berakhir naas. Saat tiba di Banjarmasin, semua orang dibunuh dan kapalnya pun dirampas.

    Meski demikian, antara tahun 1607-1609 Belanda terus mencoba mengadakan hubungan baru, namun hasilnya tidak memuaskan.

    Pada tahun 1612, Belanda mengerahkan armada perang ke Banjarmasin sebagai balasan atas tewasnya Koopman Gills Michielzoon. Ada 4 armada perang yang kemudian berhasil meluluhlantakkan Keraton Kuin di Banjarmasin.

    Selanjutnya, dengan kekuatan militer dan diplomasi, Belanda berhasil menekan penguasa Tanah Banjar saat itu, agar Belanda bisa memonopoli perdagangan lada hitam yang semula dikuasai Inggris dan China. Belanda pun kemudian membangun Benteng Tatas sebagai pusat kontrol. 

    Demikianlah sekilas catatan sejarah tentang kapan Belanda pertama kali datang ke Tanah Banjar beserta motif yang mendasarinya.

    Terimakasih sudah berkunjung ke situs banaranmedia.com, nantikan ulasan-ulasan sejarah di Indonesia dan Dunia lainnya.

    Tinggalkan Komentar